Langsung ke konten utama

Postingan

Syamsumarlin : RUU PPRT dan RUU TPKS Masuk Level Urgen dan Mendesak Segera Disahkan

Desakan publik kepada pemerintah untuk segera membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) dan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) semakin menguat, termasuk dari Badan Koordinasi Nasional Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (Bakornas LKBHMI) PB HMI. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Bakornas LKBHMI, Syamsumarlin saat hadir menjadi narasumber pada diskusi publik bertajuk Urgensi RUU PPRT yang diselenggarakan oleh Korps HMI Wati (Kohati PB HMI) di D Hotel, Jl Sultan Agung No. 9 Guntur Kec. Setia Budi Kota Jakarta Selatan, Rabu siang (22/10/2021). Menurutnya, kedua RUU tersebut beriringan dan memiliki relasi kuat untuk segera disahkan oleh DPR dan pemerintah sebagai jaminan perlindungan dan kepastian hukum terhadap hak-hak perempuan khususnya bagi perempuan pekerja rumah tangga.  "RUU PPRT dan RUU TPKS yang sedang berada di meja DPR RI harus jadi skala prioritas untuk seg...

Pelantikan Bakornas LKMI PB HMI, Fahmi : LKMI Siap mewarnai Digitalisasi Kesehatan

Badan koordinasi nasional Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) PB HMI masa bakti 2021-2023 resmi dilantik yang di nahkodai dr. Fahmi Dwika Hafiz Triono. Acara itu berlangsung di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hang Jebat (BPPK) pada, Sabtu (22/1) pagi. Dalam prosesi pelantikan itu, Fahmi mengatakan LKMI PB HMI akan mempersiapkan organisasi yang siap menyambut era digitalisasi kesehatan. Menurut lulusan dokter Universitas Sumatra Utara (USU) asal Medan ini, program digital yang disiapkan agar LKMI dapat mewarnai dan menjadi aktor revolusi industri 4.0, menyambut era 5.0, serta untuk mencapai tujuan HMI. “Saat ini pesatnya digitalisasi semua aspek tak bisa terbendung, LKMI harus menjadi penyeimbang dan harus mampu memngambil peran yang sempurna agar digitalisasi berefikasi pada peningkatan layanan kesehetan yang berkualitas. tidak hanya itu, pertanyaan besarnya apakah digitalisasi dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat?  inilah tugas kita untuk memecahkannya”.  Pun...

Sorot Dampak UU Cipta Kerja, LKBHMI PB HMI Akan Bentuk Posko Pengaduan

"Sorot Dampak UU Cipta Kerja, LKBHMI Akan Bentuk Posko Pengaduan" Badan Koordinasi Nasional Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (BAKORNAS LKBHMI) PB HMI menggelar diskusi publik secara hybrid bertajuk Ambiguitas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 tentang Uji Formil Undang-undang Cipta Kerja, di sekretariat PB HMI, Jl. Sultan Agung No. 25 A Kota Jakarta Selatan, Senin (6/12/2021). Agenda diskusi yang dihadiri oleh puluhan aktivis mahasiswa tersebut menghadirkan narasumber, Dr Syamsuddin Radjab SH MH (Pakar Hukum Tata Negara UIN Alauddin Makassar) dan Viktor Santoso Tandiasa SH MH (Kuasa Hukum Pemohon Uji Formil UU 11/2020 tentang Cipta Kerja). Direktur Eksektif Bakornas LKBHMI, Syamsumarlin dalam sambutannya mengatakan bahwa diskusi publik tersebut sebagai bentuk kepekaan lembaga yang dipimpinnya yang menjadi bagian dari masyarakat sipil dalam merespon dampak Omnibus Law UU Cipta Kerja pasca putusan Mahkamah Konstitusi.  "Omnibus law UU C...

Mengenal Sosok Pemberani dan Orator HMI

     Eky Syachrudin  lahir di Pandeglang, Banten 30 Desember 1939, meninggal di Jakarta 28 Juni 2005 pada umur 65 tahun. Eky Syachrudin adalah seorang politikus, diplomat, aktivis, dan jurnalis Indonesia. Ia juga pernah menjadi Duta Besar Indonesian untuk Kanada pada Juni 2001 sampai Desember 2004. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai fungsionaris Golkar dan menjadi Anggota DPR RI tahun 1997-2001.   Semasa aktif di HMI, Eky Syachrudin pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jakarta periode  1965-1966. Pada Kongres HMI ke-VIII 1966 di Solo, Cak Nur menjagokan Eky Syachrudin untuk menjadi Ketua Umum PB HMI.  Cak Nur sangat mengagumi kepiawaian Eky, terutama dalam menggerakkan mahasiswa untuk melakukan demonstrasi anti PKI yang pertama di Tanah Air. Jalannya demonstrasi itu sungguh membuat Cak Nur terkagum-kagum pada kecerdikan Eky.    Pada tanggal 2 Oktober 1965, para mahasiswa termasuk Cak Nur berkumpul di Taman Sunda Kelapa, sekarang M...

Puisi Agussalim Sitompul Dalam Penyelesaian Konflik HMI

KEDAMAIAN Buah Karya: Prof. DR. H. Agussalim Sitompul Dibacakan Pada Deklarasi Kesepakatan Bersama Penyelesaian  Konflik HMI Pada Jumpa Pers di Kantor PB HMI  Jl. Diponegoro No. 16 Jakarta Pusat Hari  Kamis 31 Juli 2003 Jam 13:00 Wib Dari dulu HMI satu  Sekarangpun HMI satu  Yang akan datangpun HMI satu  Karena HMI pemersatu Mari kita jadikan HMI sebagai RAHMI Rukunnya anggota HMI Meminjam istilah Anas Urbaningrum (Mantan Ketua PB HMI) Agar HMI lulus dalam sejarah di persada Indonesia ini Seperti diharapkan sejak dini Ingat perjuangan dan jasa pendahulu HMI Lafran Pane, Asmin Nasution, Mintaredja, M. Sanusi, Maisaroh Hilal, Siti Zaenah, Thayeb Razak, Yusdi Ghozali, M. Anwar, Mansyur, Zulkarnaen, Marwan, Suwali, Baroroh Baried, Suastuti Notoyudo, Amin Syahri, Ahmad Sadali, Ushuluddin Hutagalung, A. Dahlan Ranuwihardja, Toha Mashudi, Lukman E. Hakim, Norman Razak, Sugiman, Bidron Hadi, Tawang Alun, Syaif...

Eky Syachrudin Tokoh Yang Dikagumi Cak Nur Di HMI

  Eky Syachrudin lahir di Pandeglang, Banten 30 Desember 1939, meninggal di Jakarta 28 Juni 2005 pada umur 65 tahun. Eky Syachrudin adalah seorang politikus, diplomat, aktivis, dan jurnalis Indonesia. Ia juga pernah menjadi Duta Besar Indonesian untuk Kanada pada Juni 2001 sampai Desember 2004. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai fungsionaris Golkar dan menjadi Anggota DPR RI tahun 1997-2001.   Semasa aktif di HMI, Eky Syachrudin pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jakarta periode  1965-1966. Pada Kongres HMI ke-VIII 1966 di Solo, Cak Nur menjagokan Eky Syachrudin untuk menjadi Ketua Umum PB HMI. Cak Nur sangat mengagumi kepiawaian Eky, terutama dalam menggerakkan mahasiswa untuk melakukan demonstrasi anti PKI yang pertama di Tanah Air. Jalannya demonstrasi itu sungguh membuat Cak Nur terkagum-kagum pada kecerdikan Eky.    Pada tanggal 2 Oktober 1965, para mahasiswa termasuk Cak Nur berkumpul di Taman Sunda Kelapa, sekarang Masjid Su...

Wanita Dalam Sistem Konsumen: Seks Sebagai Ganti Cinta

  Masyarakat yang hanya mengesahkan sesuatu dalam istilah-istilah ekonomi tentang produksi, konsumsi, barang konsumsi, dan produk-produk, hanya memahami ekonomi. Wanita bukan lagi makhluk yang merangsangkan imajinasi dan tidak berbicara tentang hal-hal suci. Tidakkah mereka para kekasih dari para pecinta besar, tidak pula mereka mempunyai akar-akar suci. Mereka tidak lagi disebut dalam istilah ibu, teman, pusat inspirasi, dan cermin kehidupan, tidak pula mereka beriman. Sebaliknya, sebagai suatu produk ekonomi, wanita dibeli dan dijual menurut kualitas-kualitas positif-negatif dan ketertarikan seksual nya.  Kapitalisme, sebagai akibat dari pengembangan waktu senggang, telah membentuk wanita untuk melayani dua tujuan. Pertama, ia memenuhi waktu antara dua pekerjaan yang merupakan bagian dari nasib masyarakat. Kaum borjuis mengeksploitasinya dan menciptakan suatu masa depan yang kering dan asing baginya tanpa tujuan apapun. Tidakkah ia akan bertanya "mengapa saya bekerj...